Franco Morbidelli, Juara Berbeda Kelima di Seri Keenam MotoGP



"I like to tes the limits, but when I look at them later, I think : what have you done?" (Marc Marquez)

Seperti telah disangka serta diduga, Misano adalah punya Samurai Jepang, Yamaha serta Suzuki. Lah samurai satu lagi dimana? "Samurai KW" itu cukup jadi juara dari belakang saja...

Yamaha nampaknya seperti ingin balas sakit hati di GP San Marino ini, dapat dibuktikan saat mereka selanjutnya kuasai semua session kwalifikasi dengan tempatkan empat pembalap di tempat paling depan. Memang ciri-ciri mesin inline Yamaha berjodoh dengan ciri-ciri circuit Misano ini. Ganda mesin inline yang lain (Suzuki) bercokol di tempat tujuh serta delapan.
Penulis benar-benar tertarik memperhatikan penyeleksian ban dari beberapa pembalap ini, sebab dapat dibuktikan selanjutnya penyeleksian kompon ban jadi unsur pembeda hasil laga. Taktik balapan jadi kunci penting yang lain, yang terlihat jelas seperti dilaksanakan pembalap Suzuki, Joan Mir.

Ganda Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo serta Morbidelli pilih ban kompon Hard-Medium yang dapat dibuktikan selanjutnya mujarab. Rossi pilih ban kompon Medium-Medium yang bersaing untuk bertanding ketat selama balapan.

Yang sangat aneh memang penyeleksian ban Maverick Vinales, Medium-Hard! Walau sebenarnya saat juara session kwalifikasi yang membuat dia start dari grid paling depan, Vinales menggunakan ban Hard-soft! Apa dia ingin mengikuti style out of the box Anies Baswedan? Wallahualam.

Tetapi yang pasti Vinales selanjutnya "kelilipan diasapi pembalap-pebalap bocah" di awal-awal balapan. Sesudah kompon Hard itu aus jadi soft, baru Vinales mulai menggigit!

Pembalap Suzuki, Alex Rins pilih ban kompon Medium-Soft. Nampaknya dia ingin ngacir semenjak awal, ditambah lagi dia sohor untuk pembalap kuat di kelokan cepat. Performa Rins memang menjanjikan.

Start dari tempat tujuh, tetapi Rins selanjutnya dapat bertanding ketat selama balapan di tempat paling depan. Tetapi penyakit lama selanjutnya ada. Bannya jadi aus, serta Rins tidak ingin ambil efek.

Ditambah lagi dia telah 2x crash dari lima balapan. Jika sampai 3x crash dari enam balapan, karena itu dia akan nampak bertambah bodoh dari "ekor keledai." Kalau Rins menggunakan kompon Medium-Medium kemungkinan ceritanya akan lain...

Lain Alex Rins lain juga Joan Mir. Sama dengan Rossi, Mir selanjutnya pilih ban kompon Medium-Medium, sekalian tidak lupa menggunakan falsafah Jawa, Alon-alon waton kelakon.


 

Postingan populer dari blog ini

The place had been unoccupied for months.

‘personality’ traits to overweight humans

With its 39-metre diameter primary mirror, the ELT will contain the largest, most perfect reflecting surface ever made.